7 Orang terkaya Indonesia 2019: Siapa saja dan dari mana sumbernya?


TopNews | Hartono bersaudara telah menjadi orang terkaya di Indonesia selama 10 tahun terakhir. Ada pula nama baru di daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes.

Kekayaan mereka US$35 miliar atau sekitar Rp508 triliun.

"Daftar tahun 2018 ini istimewa karena ada empat pendatang baru, dan dua di antaranya relatif masih muda," kata pemimpin redaksi Forbes Indonesia, Taufik Darusman, kepada Famega Syavira dari BBC News Indonesia.

Salah satunya adalah Danny Nugroho, presiden PT Bank Capital Indonesia, yang baru berusia 43 tahun, masuk ke peringkat 38 dengan kekayaan US$790 juta (Rp11,4 triliun).

Selain itu ada pula Benny Tjokrosaputro (49 tahun), cucu pendiri Batik Keris, di urutan 43 dengan kekayaan US$670 juta (Rp 9,7 triliun). Benny membangun perumahan dan hotel di berbagai kota di Indonesia.

Yang termuda adalah Ciliandra Fangiono, 42 tahun, CEO First Resources Ltd, perusahaan sawit yang berlokasi di Singapura. Hartanya senilai US$1,2 juta milyar atau Rp 16,9 triliun.

"Selain itu, kebanyakan mereka yang masuk di daftar berhasil mempertahankan posisinya, menunjukkan bahwa mereka sudah mantap di masing-masing lini bisnisnya," kata Taufik.

Ini bisa dilihat dari posisi Hartono bersaudara yang telah menjadi orang terkaya di Indonesia selama 10 tahun terakhir.

"Jaraknya sangat jauh dengan peringkat dua, sehingga posisi mereka akan sangat sulit digeser. Meski demikian, konglomerat lain sangat berpotensi meningkatkan jumlah kekayaan mereka dalam jumlah besar meskipun tidak mengungguli peringkat pertama," kata Taufik.

Berikut ini nama-nama sepuluh orang terkaya di Indonesia dan sumber kekayaannya.

1. R Budi dan Michael Hartono, US$35 miliar (Rp508 triliun)

Sekitar 70% kekayaan mereka berasal dari Bank Central Asia. Keluarga ini juga pemilik perusahaan produsen rokok, Djarum, elektronik Polytron dan real estate. Hartono bersaudara juga ada di peringkat lima dalam daftar keluarga terkaya Asia 2017.

2. Susilo Wonowidjojo US$9,2 miliar (Rp133 triliun)

Susilo (62 tahun) naik ke peringkat dua karena meningkatnya harga saham Gudang Garam, perusahaan yang memperoduksi sekitar 70 miliar batang rokok setiap tahunnya. Keluarga Wonowidjojo juga berinvestasi di kelapa sawit melalui Makin Group.

3. Eka Tjipta Widjaja US$8,6 miliar (Rp124 triliun)

Tahun ini kekayaan Eka Tjipta (95 tahun) turun US$500 juta, sehingga Eka Tjipta pun turun ke peringkat tiga.

Kekayaan Eka berasal dari grup Sinar Mas yang bergerak di industri kertas, agrobisnis, telekomunikasi, real estate dan layanan finansial.

4. Sri Prakash Lohia US$7,5 miliar (Rp108 triliun)

Sri Prakash (66 tahun) pindah ke Indonesia dari India pada tahun 1970-an. Naik ke posisi empat seiring peningkatan harga saham Indorama Ventures, perusahaan petrokimia yang terdaftar di bursa Thailand.

Produk yang dihasilkan perusahaannya antara lain pupuk, bahan mentah tekstil dan sarung tangan medis.

5. Anthony Salim US$5,3 miliar (Rp76,9 triliun)

Anthoni Salim (69 tahun) adalah kepala Grup Salim, yang memiliki lebih dari 50% saham Indofood.
Grup Salim memiliki pula firma investasi First Pacific di Hong Kong, pabrik roti di Singapura, dan perusahaan perdagangan di Cina. Kekayaannya tahun ini turun US$1,6 miliar

6. Tahir US$4,5 miliar (Rp65 triliun)

Tahir (66 tahun) adalah bos Mayapada Group, perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, rumah sakit, dan real estate. Dia juga memiliki sebagian lisensi Forbes Indonesia yang menerbitkan daftar orang terkaya ini.

7. Chairul Tanjung US$3,5 miliar (Rp50,8 triliun)

CT Corp milik Chairul Tanjung (56 tahun) dikenal sebagai perusahaan pemilik stasiun TV, Bank Mega dan jaringan supermarket. Perusahaan itu juga mengelola beberapa waralaba seperti Wendy's, Versace dan Mango.

Poker Online | Game Poker Online | Bandar Poker | Baccarat | Judi SLot

Posting Komentar

0 Komentar

//---------