TOPNEWS - Gerhana bulan penumbra bakal nampak di wilayah Indonesia terhadap Sabtu (11/1) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG didalam keterangan tertulisnya tempo hari menyatakan bakal ada tiga fase terhadap kala kejadian tersebut.

Yang pertama adalah dikala gerhana merasa terjadi, tepatnya pukul 00.05 WIB. Kemudian puncaknya alias bulan tertutup seluruhnya terhadap pukul 02.10 WIB. Gerhana lantas berakhir pukul 04.14 WIB. Jadi, total durasinya sekitar 4 jam 9 menit.

Gerhana bulan merupakan moment terhalanginya cahaya matahari oleh bumi. Akibat tertutupnya cahaya surya, bulan bakal nampak gelap. “Perisitwa ini cuma terjadi terhadap kala fase purnama,” tulis BMKG, Rabu (8/1). Sedangkan gerhana bulan penumbra merupakan moment dikala bulan masuk ke wilayah penumbra bumi. Penumbra adalah bayangan kabur dikala terjadi gerhana.

BACA JUGA:
Viral!Pria Asal Jambi Ini Perkosa Ratusan Orang di Inggris
Bombardir Pangkalan Militer AS, Iran Klaim 80 Orang Tewas
Viral Bocah Sepedaan di Median Jalan Exit Tol, Ini Himbauan Polisi


Seluruh proses eklips itu dapat diamati di seluruh Indonesia. Beberapa bagian benua termasuk dapat mengamatinya, seperti Asia, Eropa, beberapa besar Afrika bagian timur, beberapa kecil Australia bagian barat, dan Samudera Hindia. BMKG menyatakan fenomena gerhana penumbra kali ini berasosiasi dengan gerhana di awalnya terhadap 30 Desember 2001.

“Ini merupakan bagian ke-16 berasal dari 71 bagian terhadap seri Saros 144 (siklus gerhana),” kata BMKG. Gerhana bulan yang terkait dengan seri itu bakal terjadi lagi terhadap 21 Januari 2038

Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional menyebut fenomena ini bakal memengaruhi pasang-surut air laut. “Akibatnya terjadi gunakan maksimum atau tertinggi,” kata Ketua LAPAN Thomas Djamaludin, seperti dikutip berasal dari CNNIndonesia, Senin (6/1).

Namun, gerhana bulan bukan penyebab utama banjir rob, melainkan lambatnya genangan air terbuang ke laut. Ketinggian air laut dapat capai 1,4 mtr. kala pasang-surut purnama. Saat ini ketinggiannya cuma 40 centimeter sebab baru memasuki fase pasang-surut perbani (neap tides).

BMKG di awalnya menyatakan gunakan naik maksimum di daerah pesisir Jakarta Utara berpotensi terjadi terhadap 9 sampai 12 Januari 2020. Perkiraannya, gunakan maksimum terjadi pukul 10.00 WIB terhadap hari ini, pukul 10.00-11.00 WIB terhadap 10 Januari, dan pukul 11.00 WIB terhadap 11 Januari 2020.

BACA JUGA:
7Kelakuan Kocak Agar Makanan Cepat Dingin Ini Bikin Tepuk Jidat
Cewek Ini Minta Cowok di Belangkangnya Dihilangkan, 7 Hasil Edit Fotonya Kocak
Lakukan 7 Hal Ini Saat Cintamu Ditolak Sang Pujaan. Biar Tetap Elegan Meski Hatimu Terasa Berantakan


 Air gunakan ini mungkin bakal membuat banjir rob dan memperparah potensi banjir di Jakarta. Tidak cuma ibu kota, BMKG termasuk mengeluarkan peringatan dini banjir rob untuk wilayah pesisi Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan, Jawa Timur di tanggal yang sama. Tahun ini BMKG memperkirakan gerhana bakal terjadi enam kali, yakni dua kali gerhana matahari dan empat kali gerhana bulan.


Bandarq |Dominoqq | Agen Bandarq | Agen Dominoqq | Agen Poker Terpercaya |Bandar Domino Online