Ribuan Pengikut Sunda Empire Mundur Karena Sadar Telah Dibohongi



RUMAHBERITA -Kabid Humas Poda Jabar, Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso berkata, ribuan anggota Sunda Empire mengundurkan diri, sehabis siuman sudah dibohongi. Dengan pemahaman, mereka( anggota) keluar dari Sunda Empire," kata Erlangga, lewat sambungan telefon, Selasa( 11/ 2/ 2020).

Ribuan pengikut Sunda Empire yang tersebar di sebagian wilayah di Jawa Barat serta Indonesia tergiur janji pencairan dana deposito sebesar USD500 juta di bank UBS Swiss.

" Mereka menjajaki Sunda Empire itu kan sebab tergiur dengan yang di informasikan oleh Nasri Banks. Ia( Nasri Banks mengaku) memiliki deposito USD500 juta di sana( bank UBS Swiss). dengan harapan menjajaki Sunda Empire itu kan dapat memperoleh( duit) dari USD500 juta itu," ucap Erlangga.

BACA JUGA:
Dikira Gadis Belia, Ibu Tua Ini Dibekap dan Disetubuhi di Sawah
Viral Vidio Aksi Brutal Tentara Thailand Tewaskan 17 Orang, Ini Faktanya
Viral Video Muda Mudi Asal Labuhan Batu Ini Tertangkap Basah Mesum di Camp, Berikut Faktanya


Walaupun, penyidik belum menciptakan kenyataan serta fakta terpaut dugaan penipuan yang dicoba petinggi Sunda Empire. Alasannya, petinggi Sunda Empire tidak memohon iuran duit kepada anggotanya.

" Penipuan itu kan tidak terdapat. Mereka( anggotanya) tidak dimohon( duit). Petinggi Sunda Empire pula tidak memperoleh keuntungan dari itu," ucap Kabid Humas.

Bagi ia, permasalahan Sunda Empire berbeda dengan Keraton Agung Sejagat di Jawa Tengah. Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso memohon setoran berkisar antara Rp3 juta sampai Rp30 juta kepada para anggota serta menjanjikan bakal memperoleh pendapatan besar.

"( Dalam permasalahan Sunda Empire) gak terdapat yang dirugikan dari segi modul," ungkap Erlangga. Hingga dikala ini, polisi belum menetapkan terdakwa baru dalam masalah penyebaran kabar bohong yang dicoba Sunda Empire. Sepanjang ini, polisi sudah menetapkan 3 petinggi Sunda Empire, ialah Nasri Banks, Raden Ratna Ningrum, serta Ki Ageng Ranggasasana bagaikan terdakwa.

Penyidik mengantongi beberapa perlengkapan fakta yang jadi landasan hukum sehingga menetapkan ketiganya bagaikan terdakwa. Seluruh yang di informasikan serta dijanjikan oleh 3 terdakwa merupakan kebohongam.

Paling utama terpaut dana USD500 juta di bank UBS Swiss, The North Atlantic Treaty Organization( NATO), United Nation( UN) ataupun Perserikatan Bangsa- bangsa( PBB) serta World Bank ataupun Bank Dunia dibangun di Kampus Universitas Pembelajaran Indonesia( UPI) Bandung, Jalur Setiabudi, Kota Bandung.

BACA JUGA:
7Kelakuan Kocak Agar Makanan Cepat Dingin Ini Bikin Tepuk Jidat
7 Kreativitas Netizen Menggambar Wajah Kucing Ini Hasilnya Bikin Ngakak
Cewek Ini Minta Cowok di Belangkangnya Dihilangkan, 7 Hasil Edit Fotonya Kocak


“ Ini( klaim itu) telah disangkal seluruh serta itu tidak benar,” kata Hendra

Walaupun cerita tentang Sunda Empire yang disebarkan ketiga terdakwa tidak masuk ide, namun kelompok yang mengaku sudah berdiri semenjak era Alexander The Great tersebut, sukses menggaet lebih dari 1. 000 anggota.

Para anggota Sunda Empire tersebut tidak cuma berdomisili di Kota Bandung, namun tersebar di sebagian wilayah di Indonesia. Tetapi kelompok ini tidak mempunyai markas ataupun keraton.

Dikenal, terdakwa Nasri Bank( 56) yang mengaku bagaikan Grand Master Sunda Empire, R Ratna Ningrum bagaikan Kaisar, serta Ki Ageng Rangga Sasana bagaikan Sekretaris Jenderal Sunda De Herent XVII Sunda Empire dijerat Pasal 14 serta 15 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Ketiganya didiga menyebarkan berita bohong yang memunculkan kegaduhan serta keresahan di warga. Dalam Pasal 14, ketiga terdakwa terancam hukuman penjara 10 tahun. Sebaliknya pada Pasal 15, ketiga terdakwa terancam hukuman optimal 2 tahun penjara.


Bandarq |Dominoqq | Agen Bandarq | Agen Dominoqq | Agen Poker Terpercaya |Bandar Domino Online

Posting Komentar

0 Komentar

//---------