Perjuangan Pelajar Kepulauan Sula Bertaruh Nyawa Setiap Berangkat Sekolah



TOPNEWS - Kepulauan Sula- Sedikitnya 100 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Negara 1 Mangoli di Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kepulauan Sula, Maluku Utara, wajib melepas sepatu serta mengangkut celana tiap kali mereka berangkat serta kembali dari sekolah.

Gimana tidak, mereka wajib bertaruh nyawa buat menyebrangi sungai demi dapat hingga ke sekolah yang terletak di desa tentangga ialah Desa Kawata.

Erva Umasugi, salah seseorang masyarakat Desa Kawata menggambarkan, keadaan yang dirasakan para siswa ini sudah berlangsung semenjak Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Negara 1 Mangoli dibuka. Sampai saat ini tidak terdapat akses jembatan penghubung buat siswa yang terletak desa orang sebelah.

BACA JUGA:
Aksi Barbar Sekelompok Orang Keroyok-Lindas Pria di Sumedang
Ibu Hamil Ditandu Sejauh 7 Km karena Jalan Rusak, Bayi Dalam Kandungan Meninggal
Miris, Dangdutan di Pemakaman Merusak Semua Fasilitas Pemakaman

" Buat pelajar SD serta SMP mereka bersekolah di Desa Kawata. Sedangkan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) ini yang berasal dari Desa Kawata wajib seberangi sungai jika ke sekolah. Ini sebab sekolah Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) tersebut terletak di kampung sebelah, yang aksesnya wajib melewati Sungai Kawata," kata Erva, kepada 7rekor.top,

Jumat, 13 Maret 2020 sore.

Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba sempat berkunjung ke situ, dikala penerapan kampanye Pemilihan Gubernur serta Wakil Gubernur periode dikala ini. Dikala itu dia berjanji hendak membangun jemabatan bagaikan penghubung antar desa.

" Pak gubernur janji hendak bangun jembatan penghubung buat para siswa Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) ini. Tetapi janji tersebut( hingga terpilihnya Gani Kasuba) sampai saat ini belum realisasi," ucapnya.

Sementara itu jembatan tersebut sangat dibutuhak oleh masyarakat. Mayoritas orangtua siswa merasa takut dengan keselamatan anaknya terlebih dikala masa hujan datang.

" Orang tua siswa serta guru- guru yang tinggal di Desa Kawata mau terdapat jembatan. Biar hujan deras serta banjir, para siswa serta guru di Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) ini dapat melalui jembatan," Erva berharap.

Erva berkata kalau Sungai Kawata ialah sungai aktif yang dialiri air tiap dikala. Tetapi, di kala hujan menyerang, masyarakat serta para pelajar setempat mulai waspadai sebab arus hendak berganti jadi lebih deras dari umumnya.

" Itu yang ditakutkan, jika tidak hujan tidak apa- apa sebab airnya pelan," ucap Erva.

Menyeberangi sungai itu ialah jalan terdekat buat para siswa dapat lekas hingga ke sekolah. Seperti itu kenapa masyarakat sangat berharap jembatan penguhubung antar desa lekas dibentuk.

Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani, enggan berpendapat banyak ihwal ratusan siswa serta guru yang terpaksa wajib bertaruh nyawa tiap kali berangkat ke sekolah di Kepulauan Sula.

BACA JUGA:
Miris, Dangdutan di Pemakaman Merusak Semua Fasilitas Pemakaman
Viral, Jawaban Kocak Suku Anak Dalam saat Ditilang Polisi
Lapar dan Dagangan Tak Laku, Penjual Kerupuk Keliling Nangis di Dalam Gang


" Nanti aku cek lagi," kata Gani sembari lalu merambah rumah elegan yang terletak di Kelurahan Takoma, Kecamatan Ternate Tengah, Sabtu malam, 7 Maret 2020.

Keadaan yang dirasakan pelajar Desa Kawata ini pula dirasakan 3 siswi serta seseorang guru di Desa Trans Mandafuhi, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula. Tadinya, di desa ini pernah viral gara- gara 3 siswi serta seseorang guru itu hampir terseret arus sungai.

Dalam video yang diberikan masyarakat kepada 7rekor.top, memperlihatkan keempat orang itu lagi menyeberangi sungai serta basah- basah bercebur ke dalam air dikala hujan deras.

Nampak seseorang guru tersebut menggunakan baju dinas serta 2 siswi antara lain menggunakan seragam sekolah dikala basah- basah menyeberangi sungai di desa itu.


Dominoqq | Agen Poker | Judi poker | Poker online | Judi domino | Agen dominoqq | Bandar Domino Online

Posting Komentar

0 Komentar

//---------