Viral, Jawaban Kocak Suku Anak Dalam saat Ditilang Polisi



TOPNEWS - Suku Anak Dalam( SAD) ialah salah satu kelompok ataupun suku warga adat yang terdapat di Provinsi Jambi. Di tengah pertumbuhan era, SAD sebagian besar sudah berhubungan dengan kehidupan warga di pedesaan.

Semacam pada biasanya warga, kelompok SAD sebagian besar terdapat yang sudah memahami sepeda motor. Mereka memakai transportasi roda 2 ini bagaikan perlengkapan mobilitas.

BACA JUGA:
Miris, Dangdutan di Pemakaman Merusak Semua Fasilitas Pemakaman
Lapar dan Dagangan Tak Laku, Penjual Kerupuk Keliling Nangis di Dalam Gang
Viral Pria Tega Curi Uang Rp 45 Ribu Milik Mbah Hawati, Nenek 65 Tahun Penjual Gorengan Keliling


Walaupun sudah memahami sepeda motor, tetapi mereka belum banyak yang menguasai berartinya melindungi keselamatan berkendara. Sehingga, tidak tidak sering dikala berkendara di jalur pedesaan ataupun jalur lintas Sumatra, mereka masih mengabaikan keselamatan, semacam tidak memakai helm sampai berboncengan melebihi kapasitas.

Perihal ini terungkap dalam suatu video viral yang diunggah account Youtube@pakmuk dani. Dalam unggahan video tersebut, terekam 6 orang pemuda SAD mengendari sepeda motor. Mereka diberhentikan oleh petugas kepolisian serta kejaksaan.

Dalam video tersebut, pula menuliskan suatu penjelasan tentang sosialisasi hukum yang dicoba Kajari Sarolangun terhadap SAD yang terletak di daerah Air Gelap, Sarolangun, Jambi. Video itu diunggah 9 Maret 2020.

Dikala sukses diberhentikan, petugas dari kejaksaan itu langsung menanyakan kepada mereka, kenapa berboncengan sepeda motor bertiga. Terdapat 6 orang pemuda Suku Anak Dalam yang diberhentikan petugas. Mereka memakai 2 sepeda motor berjalan beriringan.

Buat satu unit sepeda motor mereka menaiki 3 orang. Dikala berkendara itu mereka tidak menggunakan pakaian, serta seseorang pemuda dibonceng balik nampak menenteng kecepek( perlengkapan mencari).

" Ini gunakan motor boncengan bertiga?" tanya petugas yang menggunakan seragam korps Adhyaksa itu.

Mendengar persoalan dari petugas, setelah itu pemuda SAD yang menyetir itu lalu menanggapi.

" Ketentuan ingin berempat, tetapi dak memuat, muatnyo hanya bertiga," jawab pemuda SAD itu.

" Bertiga saja tidak boleh, ini ingin berempat malahan," kata petugas itu menimpali.

Setelah itu dijawab kembali oleh pemuda Suku Anak Dalam tersebut." Motornyo dak kokoh, dak tu maunyo berempat pak,( motornya tidak kokoh, jika kokoh maunya kami boncengan berempat pak)," jawab pemuda SAD itu lagi.

Tidak hanya itu, petugas pula pernah menanyakan tujuan dari mereka. Dikenal dari obrolan di dalam video tersebut rombongan SAD itu hendak berangkat mencari.

Video berdurasi 2 menit tersebut terpantau sampai Jumat( 13/ 3/ 2020) sudah ditonton 19 ribu pengguna. Dalam video itu, 2 orang petugas kejaksaan serta kepolisian pula menyosialisasikan berartinya melindungi keselamatan dikala berkendara kepada para pemuda SAD itu.

BACA JUGA:
Miris, Dangdutan di Pemakaman Merusak Semua Fasilitas Pemakaman
Ibu Hamil Ditandu Sejauh 7 Km karena Jalan Rusak, Bayi Dalam Kandungan Meninggal
Lapar dan Dagangan Tak Laku, Penjual Kerupuk Keliling Nangis di Dalam Gang


Tidak cuma viral dijejaring video bermacam Youtube. Video tersebut setelah itu diunggah ulang oleh banyak account Instagram, salah satunya@sekitar_jambi. Unggahan itu sudah ditonton sampai 22 ribu kali, serta 1. 823 disukai.

Jawaban kocak serta polos yang dilontarkan SAD di Sarolangun, Jambi, itu pasti saja menuai pendapat yang kocak pula dari warganet.

" Garuk- garuk palak," tulis account@raenika88.

Apalagi, terdapat pula warganet yang memaklumi jawaban SAD tersebut. Karena perihal ini semacam anekdot yang senantiasa tumbuh di golongan warga Jambi.

" Bagusnya diadakan sosialisasi kepada mereka ini, paling utama ttg lalu lintas, yg telah mengerti UU saja msh melanggar ketentuan terlebih mereka," tulis account@arozi. 130978.


Dominoqq | Agen Poker | Judi poker | Poker online | Judi domino | Agen dominoqq | Bandar Domino Online

Posting Komentar

0 Komentar

//---------